Kamis, 29 Maret 2018

Ini Edaran Larangan dari Yahudi untuk Umat Islam yang Ditempel di Dinding Masjid Al Aqsha



Kepada Penduduk Muslim Al Quds
Assalamu’alaykum

Perihal: Kewajiban Agama Bagi Masyarakat Yahudi
            untuk memotong sembelihan di Hari Paskah

Kami dari masyarakat Yahudi menyampaikan kepada kalian dan meminta kalian untuk meninggalkan daerah Bukit Kuil. Dan ini sebelum tanggal 14 bulan Nisaan (30/3/2018) jam 06.00 pagi.

Ini demi kelancaran pelaksanaan ibadah agama Yahudi yaitu penyembelihan pada Hari Paskah di Bukit Kuil.

Kami berterima kasih kepada kalian atas kerjasamanya dengan kami masyarakat Yahudi.

Senin, 19 Maret 2018

JANJI KITA KEPADA DIRI SENDIRI



Setiap janji kita, hakikatnya pada diri sendiri. Sebab ditepati maupun diingkari, dampaknya bagi diri sendiri.

Kamis, 08 Maret 2018

AGAR TUMBUH KEBAIKAN



Rasulullah artinya utusan Allah. Diutus untuk apa?

Menyampaikan kabar dari Allah. Karena itu disebut pula Nabi. Kabar apa yang disampaikan?

NASIB MEREKA YANG TAK TURUT BERJUANG


Berjuang itu bukan kebutuhan komunal. Berjuang itu lebih sebagai kebutuhan individual. Setiap diri, perlu berjuang. Yang dengannya, akan mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan dari Allah subhanahu wata'ala. Adapun sebuah komunal jamaah (dengan segala nilai dan cita yang diusungnya), tak perlukan perjuangan kita. Turut berjuang atau tidaknya kita, yang akan memenangkan nilai dan cita komunal tetaplah Allah Pemilik segalanya.

KABAR ITU DATANG SETELAH PERJUANGAN



Kala kembali dari Hudaibiyyah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membacakan ayat yang baru diturunkan. Kata beliau, itulah ayat yang lebih dicintainya dari semua yang ada di bumi ini. Begitu cerita Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Senin, 05 Maret 2018

BUKAN SEKADAR KEMENANGAN, NAMUN PENGAMPUNAN



Sungguh kemenangan adalah dari Allah semata. Berapapun kontribusi kita, tetaplah yang akan memenangkan adalah Allah.

Kamis, 22 Februari 2018

Madrasah Pena Baca FLP: Sebuah Catatan di Milad FLP ke-21



Literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Literasi juga bermakna pengetahuan dan keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Selain itu, literasi juga merupakan seni menggunakan huruf untuk merepresentasikan bunyi atau kata.

Maka, melek literasi itu bila mampu menulis dan membaca, atau berpengetahuan dan terampil, atau cakap merepresentasikan bunyi dan kata. Karenanya, dengan kemampuan dan kecakapan seperti itu, serta pengetahuan dan keterampilan demikian, seseorang bisa tergolong sosok literatur yang jadi acuan.

Lalu pertanyaannya, apakah dengan melek literasi seperti itu otomatis menjadi insan beradab? Apakah menjadi acuan itu otomatis terjamin keadabannya? Inilah titik tekan jargon FLP periode 2017–2021, yaitu Literasi Berkeadaban.